Powered By Blogger

Selasa, 03 Juni 2014

Bersyukurlah

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut.

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif. Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.

Senin, 02 Juni 2014

selimut ka'bah (kiswah)

Selimut Ka’bah yang terbuat dari sutera murni berwarna hitam pekat.
Kiswah dihiasi benang berlapis emas dan perak untuk membuat sulaman kaligrafi berupa ayat-ayat Al-Quran dan ornamen-ornamen bernuansa Islam.\

LOKASI MAKAM-MAKAM WALI SONGO

1. Maulana Malik Ibrahim
Lokasi :Makamnya kini terdapat di desa Gapura Wetan,Gresik, Jawa Timur. Latar Belakang Sejarah :
Maulana Malik Ibrahim juga disebut sebagai Sunan Gresik, atau terkadang Syekh Maghribi dan
Makdum Ibrahim As-Samarqandy.

~Ratib Obat Segala Hajat~


Makna Ratib Kata Ratib diambil dari kata Rotaba Yartubu Rotban Rutuuban atau Tarottaba Yatarottabu Tarottuban, yang berarti tetap atau tidak bergerak. Jadi kata Ratib menurut Lughot (bahasa) artinya kokoh atau yang tetap. Sedangkan menurut istilah, Ratib diambil dari kata Tartiibul-Harsi Lil-Himaayah ( penjagaan secara rutin untuk melindungi sesuatu atau seseorang ).

Sabtu, 31 Mei 2014

Pendidikan Karakter

”Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa”, adalah kearifan dari keaneragaman nilai dan budaya kehidupan bermasyarakat. Kearifan itu segera muncul, jika seseorang membuka diri untuk menjalani kehidupan bersama dengan melihat realitas plural yang terjadi.

Kamis, 29 Mei 2014

Cara Mudah Merubah Tampilan Cursor Mouse Di Blog


Mouse pointer atau penunjuk mouse adalah tanda yang menyatakan posisi mouse pada layar. Umumnya berbentuk tanda panah akan tetapi bisa diubah sesuai keinginan. Untuk itu pada postingan kali ini saya akan membagikan cara mudah merubah pointer atau cursor mouse pada Blog anda.

Office Management


Standar Kemampuan
Konsentrasi Administrasi Perkantoran dirancang dengan tujuan agar mahasiswa menguasai masalah pengelolaan Human Resources dalam perusahaan yang dilengkapi dengan keterampilan administrasi perkantoran, filing system, administrasi keuangan, administrasi perpajakan, administrasi perbankan bahkan memahami pengetahuan pasar modal dan lulusan program ini merupakan sumber informasi dalam pengambilan keputusan bagi Pimpinan, yang dilengkapi dengan kemampuan berkomunikasi bahasa inggris dan penguasaan komputer. Pada akhirnya semua lulusan Politeknik LP3I akan dapat memperoleh gelar Ahli Madya (Amd) sesuai bidangnya.

POLITEKNIK LP3I DEPOK Kuliah Plus Penempatan Kerja – Terbukti & Teruji

POLITEKNIK LP3I DEPOK MEMBERI SOLUSI



INDONESIAN PROFESSIONAL DEVELOPMENT
AND EDUCATION INSTITUTE
Dengan metoda belajar yang tidak biasa, POLITEKNIK LP3I yang salah satunya berada di  kota Depok  menjadi Politeknik terbaik, tergila, sekaligus paling banyak diminati mahasiswa di Indonesia. Kini ia mendapat “ fillial “ di banyak tempat di seluruh Indonesia. 

SEJARAH DAN PERISTIWA PENTING PADA BULAN SYA’BAN

1. Malam Nisfu Sya'ban
Dari Abi Hurairah ra dari Nabi Muhammad SAW bersabda maksudnya : "Telah datang Jibril a.s pada malam Nisfu Syaaban dan dia berkata , Ya Muhammad,pada malam ini pintu-pintu langit dan pintu-pintu
rahmat dibuka, maka berdirilah dan kerjakan shalat lalu angkatlah kepalamu dan kedua tanganmu ke langit !" Kata saya (Nabi Muhammad) : "Hai Jibril, apakah Arti malam ini ?" Dia (Jibril) menjawab: "Pada malam ini telah dibuka 300 pintu rahmat,

TIPS PARENTING

ANAK SUKSES? BERMULA DARI BANGUN PAGI
CALON AYAH JUGA HARUS BERPERAN!
by : bendri jaisyurrahman

apa itu "ANGIN DUDUK"?

JANGAN ABAIKAN, TOLONG DI BACA:
Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang dengan ini.
... Ada sebuah artikel menarik mengenai angin duduk yang dialami salah satu rekan kerja saya yang mungkin juga bisa memberikan masukan mengenai “Angin Duduk” salah satu penyakit yang banyak membawa kematian, tapi apa sebenarnya angin duduk itu? Well ga ada salah nya kita coba menyimak artikel berikut:

ber ATV ria di pantai parangteritis


AP 05 "together forever"


Cara Menambahkan Kalender Untuk Blog

Apakah anda ingin blog yang anda buat banyak dikunjungi oleh orang-orang ? atau barangkali anda mendambakan jika blog anda dibanjiri dengan trafik pengunjung yang terus meningkat.

Tafsir Mimpi

makna mimpi dari berbagai topik yang dipilah berdasarkan huruf depan topik yang bersangkutan. Masing-masing tafsir mimpi yang ada diambil dan disaripatikan dari berbagai sumber, baik online maupun offline.

Senin, 26 Mei 2014

Kisah Penciptaan Malaikat Jibril A.S

Assalamualaikum
Bismillahirrahmanirrahim
Telah bersabda Rasulullah Saw
bahwa :
“Sesungguhnya Allah telah
menciptakan malaikat Jibril
dengan bentuk yang sangat elok.
Jibril mempunyai 124,000 sayap
dan di antara sayap-sayap itu
terdapat dua sayap yang
berwarna hijau seperti sayap
burung merak, sayap itu antara
timur dan barat.

KAFAAH (kesetaraan dlm urusan menikah)

Para ulama seperti Abu Hanifah, Imam Ahmad dan Imam Syafii dalam masalah kafa’ah sependapat dengan pendapat khalifah Umar bin Khattab yang mengatakan :
لأمنعن فروج ذوات الأحساب إلا من الأكفاء
‘Aku melarang wanita-wanita dari keturunan mulia (syarifah) menikah dengan lelaki yang tidak setaraf dengannya’.

ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW

KISAH ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW
Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka'bah al Musyarrofah, saat itu beliau berbaring diantara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Jakfar bin Abi Thalib, tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawa beliau ke arah sumur zamzam, setibanya di sana kemudian mereka merebahkan tubuh Rasulullah untuk dibelah dada beliau oleh Jibril AS. Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam terbuka atap rumah Beliau saw, kemudian turun Jibril AS, lalu Jibril membelah dada beliau yang mulya sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail: "Datangkan kepadaku nampan dengan air zam-zam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya".
Dan perlu diketahui bahwa penyucian ini bukan berarti hati Nabi kotor, tidak, justru Nabi sudah diciptakan oleh Allah dengan hati yang paling suci dan mulya, hal ini tidak lain untuk menambah kebersihan diatas kebersihan, kesucian diatas kesucian, dan untuk lebih memantapkan dan menguatkan hati beliau, karena akan melakukan suatu perjalanan maha dahsyat dan penuh hikmah serta sebagai kesiapan untuk berjumpa dengan Allah SWT.
Kemudian Jibril AS mengeluarkan hati beliau yang mulya lalu menyucinya tiga kali, kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan, kemudian dituangkan ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati itu dengan kesabaran, keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril AS.
Setelah itu disiapkan untuk Baginda Rasulullah binatang Buroq lengkap dengan pelana dan kendalinya, binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar lebih rendah dari baghal, dia letakkan telapak kakinya sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya, diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya.
Saat hendak menaikinya, Nabi Muhammad merasa kesulitan, maka meletakkan tangannya pada wajah buroq sembari berkata: "Wahai buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada Makhluk Allah yang menaikimu yang lebih mulya daripada dia (Rasulullah)", mendengar ini buroq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat, setelah tenang, naiklah Rasulullah keatas punggungnya, dan sebelum beliau banyak Anbiya' yang menaiki buroq ini.
Dalam perjalanan, Jibril menemani disebelah kanan beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri, menurut riwayat Ibnu Sa'ad, Jibril memegang sanggurdi pelana buroq, sedang Mikail memegang tali kendali.
(Mereka terus melaju, mengarungi alam Allah SWT yang penuh keajaiban dan hikmah dengan Inayah dan RahmatNya), di tengah perjalanan mereka berhenti di suatu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas malaikat Jibril berkata: "Turunlah disini dan sholatlah", setelah Beliau sholat, Jibril berkata: "Tahukah anda di mana Anda sholat?", "Tidak", jawab beliau, Jibril berkata:"Anda telah sholat di Thoybah (Nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah".
Kemudian buroq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru:"berhentilah dan turunlah anda serta sholatlah di tempat ini!", setelah sholat dan kembali ke atas buroq, Jibril memberitahukan bahwa beliau sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa bernaung dibawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Firaun.
Dalam perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina', sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT, beliau pun sholat di tempat itu. Kemudian beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada beliau istana-istana Syam, beliau turun dan sholat disana. Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: "Anda telah sholat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam".
Setelah melanjutkan perjalanan, tiba-tiba beliau melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar beliau dengan semburan api, setiap Nabi menoleh beliau melihat Ifrit itu. Kemudian Jibril berkata: "Tidakkah aku ajarkan kepada anda beberapa kalimat, jika anda baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa?" Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen hari itu juga, setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya, melihat keanehan ini Beliau SAW bertanya: "Wahai Jibril, siapakah mereka itu?", Jibril menjawab:" mereka adalah para Mujahid fi sabilillah, orang yang mati syahid di jalan Allah, kebaikan mereka dilipatgandakan sampai 700 kali.

" KAROMAH HABIB KUNCUNG "

Nama Kuncung disematkan karena Habib Ahmad memakai kopiah dari Bangsawan Bugis pada zaman dulu yang berbentuk kuncung atau kerucut. "Waktu zamannya itu, Kerajaan Bugis menggelari kopiah itu karena Beliau mempunyai karomah yang besar di kalangan Bangsawan Bugis ketika itu," kata Husein kepada Liputan6.com di kediamannya, Kelurahan Rawa Jati, Kalibata, Jakarta Selatan.
Husein menambahkan, Habib Kuncung merupakan orang yang memiliki khariqul a'dah atau orang yang memiliki kemampuan lebih di luar kebiasaan manusia umumnya. Habib Kuncung biasa disebut dalam bahasa kewalian dengan ahli darkah, maksudnya di saat orang dalam kesulitan dan sangat memerlukan bantuan, maka Habib Kuncung akan muncul dengan tiba-tiba untuk membantu orang tersebut.
Habib Kuncung pernah tinggal di rumah saudaranya yang bernama Hababa Mariyam Binti Ali Al Haddad di daerah Kebon Coklat, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Habib Kuncung meninggal dalam usia 93 tahun pada 1926.
Husein mengatakan, terjadi sebuah keajaiban saat prosesi pemakaman Habib Kuncung. Mulanya, jenazah Habib Kuncung akan dikebumikan di kompleks pemakaman keluarga Habib Toha Bin Ja'far Al Haddad. Kala itu, setelah disalatkan di Masjid At Taubah, makam di kompleks pemakaman Habib Toha Bin Ja'far Alhaddad pun sudah digali.
Namun, saat jenazah Habib Kuncung sudah berada di pemakaman, kata Husein, terjadi sebuah keajaiban. Saat jenazah akan dimasukkan ke liang lahat, 10 orang tak mampu mengangkatnya. "Akhirnya setelah Habib Toha salat sunnah bisyaroh ternyata shohibul maqom (jenazah) ingin dimakamkan di pemakaman keluarga Habib Abdulloh Bin Ja'far Al Haddad yang sampingnya Masjid At Taubah," ungkap Husein.
Memang, tambah Huesin, selama masih hidup Habib Kuncung pernah punya satu pesan, yaitu dibuatkan rumah kecil. Pesan itu disampaikan kepada Habib Muhammad Bin Abdulloh bin Ja'far Al Haddad. "Artinya di situlah Habib Kuncung ingin dimakamkan, di pemakaman keluarga Abdulloh Bin Ja'far Al Haddad. Baru ketika itu jenazahnya bisa terangkat," sambung Husein.
Husein menambahkan, semenjak kejadian-kejadian tersebut dan atas karomah serta ketauladanan Habib Kuncung itulah, kompleks pemakaman di Masjid At Taubah atau masyarakat mengenalnya Masjid keramat Habib Kuncung ramai didatangi peziarah
Foto: Al-Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf sedang menziarohi maqom Habib Kuncung bersama Jama'ah Majlis Nurul Musthofa
@nmonline

2 Macam Wanita Penghuni Neraka

Ada 2 Macam Wanita Penghuni Neraka:
1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya:
Sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam....
“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” ..
(HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 76)
2. Durhaka Terhadap Suami..
Kedurhakaan yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering di jumpai pada kehidupan..
- Durhaka dengan ucapan...
- Durhaka dengan perbuatan...
- Durhaka dengan ucapan dan perbuatan...
Sungguh jelek apa yang dilakukan istri seperti ini terhadap suaminya...
Ingatlah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam..
“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’i) maka haram baginya wangi Surga.”..
(HR. Abu Daud dan At Tirmidzi serta selain keduanya.
Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 85)..
»Semoga Pesan & Nasehat Islami Dari Guru Kita: AL.HABIB HAMID MA.
Bisa Bermanfaat Bagi Kita Semua & Dapat Membuka Pintu Hati Kita Yang Telah Lama Terkunci.....آمِينْ
والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

KISAH KEAJAIBAN DZIKIR HASBUNALLAH WA NI'MAL WAKIL

Bismillahir Rahmanir Rahim ,
Mereka juga ialah yang diberitahu oleh orang-orang (pembawa berita) kepada mereka: "Bahwa kaum (kafir musyrik) telah mengumpulkan tentera untuk memerangi kamu, oleh itu hendaklah kamu gerun kepadanya". Maka berita itu makin menambahkan iman mereka lalu berkata: "Cukuplah Allah untuk (menolong) kami, dan Ia sebaik-baik pengurus (yang terserah kepadaNya segala urusan kami)". ( A-li'Imraan 3:173 )
Kisah-kisah keutamaan Zikir Hasbunallah wani'mal wakil :
1. Diriwayatkan bahawa ketika Nabi Ibrahim diletakkan di atas tunku api, Jibril bertanya kepada baginda –Apakah engkau memerlukan sesuatu pertolongan dariku?’Nabi Ibrahim lantas menjawab – “Aku tidak memerlukan apa-apa pertolongan darimu. Aku hanya memerlukan pertolongan dari Allah”.
“Hasbunallah wa ni’mal wakil” itulah kalimat yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim AS ketika akan dilempar ke kobaran api. Nabi Ibrahim mempercayakan seluruh jiwa dan raganya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah berfirman “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. Allah menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya dengan Rasulullah dan para sahabat ketika menghadapi ancaman dari pasukan kafir, mereka juga mengucapkan “Hasbunallah wa ni’mal wakil” Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.
2. Nabi Muhammad s.a.w. juga diriwayatkan menyerbut kalimah Hasbunallah wa ni’mal wakil ketika di dalam perang Badar, sehingga Allah memberikan kememangan kepada baginda.
3. Pernah ada suatu cerita tentang seorang pedagang yang hendak meminjam wang untuk modal usaha kepada seorang mukmin. Sang mukmin bertanya kepada sang pedagang “apa jaminan darimu, agar dapat membayar pinjamanmu?” sang pedagang menjawab “Allah SWT”, maka sang mukmin berkata” jika itu yang jadi jaminanmu, maka aku percaya”. Lalu bersepakatlah jadual pelunasan hutang.
Si pedagang pun menggunakan uang itu untuk berdagang. Ketika menjelang tempoh pembayaran hutang, si pedagang dengan membawa hasil keuntungan dagangannya pergi untuk melunasi hutangnya kepada sang mukmin. Akan tetapi setiba di seberang lautan tak ada satupun perahu yang dapat membawa dia ke tempat tujuan. Dia khawatir akan lewat jatuh tempoh kesepakatan yang telah dibuat dengan si mukmin. Lalu dia mengambil sebuah kayu dan melubangi kayu itu, lalu ia masukkan uang dan sebuah surat kedalam ke kayu. Sang pedagang kemudian menaruh kayu itu ke laut, dan berdoa kepada Allah semoga uang dapat sampai ke tangan si mukmin.
Keesokan harinya, akhirnya sang pedagang dapat menyebrang dengan membawa uang penganti yang lain, kemudian datang menyerahkan kepada si mukmin. Sang mukmin menjawab dengan tersenyum “uang pinjamanmu sudah ku terima kemarin”"ketika aku sedang menunggumu. Aku menemukan sebuah kayu lalu kubawa pulang untuk kujadikan kayu bakar, pada saat aku membelahnya ada uang beserta surat darimu”sang pedagangpun tersenyum dan bersyukur kepada Allah.
4. Berkaitan dengan doa kepasarahan di atas, pada tahun 2007, seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) Indonesia di Hong Kong didakwa membunuh bayi majikan. Pekerja asal Malang itu mengaku saat itu sangat lelah setelah kerja beberapa hari tanpa istirahat yang cukup.
Tiba-tiba saja bayi dalam gendongannya jatuh dan mati dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia ditangkap polisi dan dimasukkan dalam tahanan dengan dakwaan pembunuhan sambil menunggu proses pengadilan.
Dalam pengadilan yang berlangsung beberapa kali dengan didampingi pembela dari KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), ia dituntut penjara tujuh tahun. Pada malam menjelang sidang esok harinya, perempuan berusia dua puluhan tahun dan baru masuk Islam itu pamit untuk menjalani hukuman yang sudah pasti dijalani berdasar beberapa pengalaman serupa dalam pengadilan di Hong Kong.
Namun, ia tetap meminta doa selamat. Sekalipun belum bisa membaca dengan lancar, kemudian dibimbinglah ia dengan bacaan dzikir " Hasbunallah wanikmal wakil " (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah Pelindung Yang Terbaik).
Dan ditambahkan dengan doa ni’mal maula wani’man nashir (Tuhan Maha Penolong dan Pemberi kemenangan. QS. Al-Anfal 8:40, al-haj 22:78). Ia baca doa itu sepanjang malam sambil menangis karena teringat orangtuanya di Indonesia yang tidak tahu menahu kejadian itu.
Esok harinya, sebuah keajaiban terjadi. Dalam sidang terakhir itu, ia dibebaskan dari semua tuduhan, tapi dalam waktu 48 jam harus meninggalkan Hong Kong. Pengacaranya terheran-heran karena hampir tidak masuk akal. Jaksa penuntut juga bersungut-sungut dengan keputusan hakim.
Subhanallah, Allahu Akbar ,,
Kita tidak perlu takut dengan segala tantangan, karena kita telah memiliki kekuatan besar: keimanan, dan senjata ampuh: Hasbunallah wanikmal wakil, ni’mal maula wani’man nashir.
Inilah kehebatan kita sebagai seorang mukmin: tidak cengeng, waswas, gelisah, pesimis menghadapai suatu masalah. Kita baca berulangkali doa itu sambil merenungkan Ke-Mahaperkasaan dan ke Mahakuasaan Allah dalam menolong hamba-Nya.
Kita hadapi semua tantangan dengan penuh iman dan percaya diri, lalu kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Pasrahkan semua masalah Anda kepada Allah sepenuhnya, Allah pasti hadir dan berkata, “Tenanglah, Aku hadir untuk mengambil alih semua masalahmu!.”
Subhanallah , Allahu Akbar
Hasbunallah wa ni’mal wakil
Cukuplah Allah bagi kami, dan Ia sebaik-baik pengurus /pelindung bagi kami

KELUARGA ALAWIYYIN

Berikut Nama-nama keluarga Ba'alwy ( Alawiyyin) yang sampai saat ini masih ada keturunannya (tidak terputus) yaitu :
1. Mauladdawilah
2. Muqeybel
3. Maulakhailah
4. Bin Sahil Khailah
5. Bin Yahya
6. Bahsin Al-Mahar
7. Ba'bud Khurbashan
8. Al-Mahjub
9. Al-Hinduan
10. Assegaf
11. As-Shafi Assegaf
12. Alaydrus
13. Al-Bayti
14. Ba'agil
15. Bahsin
16. Al-Musawa
17. Al-Fakher
18. Al-Mahjub
19. Bin Quthban
20. Al-Munawwar
21. Al-Musyayyach
22. Al-Wahath
23. Banahsan
24. Bin Shahab
25. Al-Hadi
26. Al-Masyhur
27. Az-Zahir
28. Bin Agil
29. Al-Atthas
30. Bin Syaich Abu Bakar
31. Al-Muhdhor
32. Al-Hiyed
33. Al-Khamur
34. Al-Hamid
35. Abu Futaym
36. Al-Haddar
37. Bin Jindan
38. Al-Masileh
39. Barroum
40. Al-Junaid Al-Akhdhor
41. As-Syilli
42. Babereyk
43. Kherid
44. Baraqbah
45. Ba'bud Dibjan
46. Al-Manfar
47. Bin Hamid Manfar
48. Marzaq
49. Al-Masyhur Marzaq
50. Mudhir
51. Al-Mutohhar
52. Abu Numai
53. Abu Numai As-Syathiri
54. Al-Madihij
55. Fad'aq
56. Al-Habsyi
57. Asshatiry
58. Basyaiban
59. Jamalullail
60. Bin Sahil
61. Bahasan
62. Al-Qadri
63. Baharun
64. As-Sirri
65. Al-Junaid
66. Bilfaqih
67. Al-Baidh
68. Balghaits
69. Al-Jufri
70. As-Shafi Al-Jufri
71. Al-Bahar
72. Al-Kaaf
73. Ba'umar
74. Al-Baar
75. Ba'ali
76. Al-Khaidah
77. Al-Hamel
78. Khaneyman
79. Al-Haddad
80. Bafaraj
81. Basakutah
82. Basurrah
83. Al-Hudayli
84. Al-Auhaj
85. Al-Bayti Auhaj
86. Aidid
87. Bafaqih
88. Bahasyim
89. An-Nadhir
90. Bin Smith
91. Bin Thahir
92. Ba'bud Maghfun
93. Aal-Adzamat Khan (data silsilah tidak tercatat)
Sedangkan nama-nama qabilah Ba'Alwy (Alawiyyin) yang diperkirakan saat ini sudah tidak ada keturunannya (terputus) antara lain adalah sebagai berikut :
1. Al-Ibrahim
2. Al-Ismail
3. Al-Barakat
4. Al-Babathinah
5. Jadid
6. Hamdun
7. Al-Dahum
8. Al-Dzi'bu
9. Ar-Rusy
10. Al-Battah
11. At-Turabi
12. Al-Jazirah
13. Hamidan
14. Al-Balahsyasy
15. Al-Khuun
16. Al-Rausyan
17. As-Sakran
18. Al-A'yun
19. Al-Basri
20. A-Bajahdab
21. Al-Jannah
24. Al-Dzahb
25. Ar-Rukhailah
26. Al- Bin Semithan
27. Al-Basyamilah
28. As-Syahid
29. Ad-Dhu'ayyif
30. Al-Ghazali
31. Al-Ghumri
32. Al-Faqih
33. Al-Qaidhi
34. Al-Karisyah
35. Abu Maryam
36. Al-Maqdi
37. Al-Maknun
38. Al-Wara'
39. Al-Syabsabah
40. As-Syanbal
41. Bin Syaikhan
42. As-Shadiq
43. At-Toha
44. Al-Adeni
45. Al-Ali Lala
46. Al-Muqlaf
47. An-Nuqa'i
48. As-Syaibah
49. Al-Ghusn
50. Al-Ghaidi
51. Al-Fardhi
52. Al-Qari'
53. Al-Kadad
54. Al-Maghrum
55. An-Nahwi
56. Al-Jailani
Keluarga Alawiyyin diatas adalah keturunan dari Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali al-Uraidhi, sedangkan yang bukan dari keturunan Alwi bin Ubaidillah bin ahmad bin Isa bin Muhammad bin ali al-Uraidhi adalah sebagai berikut (diantaranya adalah keturunan dari al-Hasani) :
1. Al-Hasni
2. Al-Mashur Al-Hasni
3. Al-Jailani
4. Al-Musa al-Kadzim
5. Al-Qadiri
6. Al-Barakwan
7. Al-Maghrabi
8. Al-Mahdali
9. Ar-Rifa'i
10. Al-Anggawi
11. Bin Syuaib
12. Al-Balakhi
13. Al-Qudsi
Sedangkan yang tidak berada di Indonesia diperkirakan lebih dari tiga puluh qabilah, diantaranya Abu Numai al-Hasni yaitu leluhur almarhum Raja Husein (Yordania) dan sepupunya almarhum Raja Faisal (mantan Raja Iraq) dan qabilah al-Idrisi, yaitu leluhur mantan raja-raja di Tunisia dan Libya.

 sumber : Maktab Daimi - Rabithah Alawiyah

Minggu, 25 Mei 2014

kelakuan anak AP 05

Dapet punishmen buat joget karena kalah main game tapi malah pada kesenengan,,, emg dasar bocah-bocah entes hahahahahha :D


Sabtu, 24 Mei 2014

Wanita Pertama Penghuni Surga

Wanita Pertama Penghuni Surga, Dialah Mutiah
Suatu hari putri Nabi SAW. Fatimah Az Zahra ra. bertanya kepada Rasulullah SAW., siapakah wanita pertama yang memasuki surga setelahUmmahatul Mukminin setelah istri-istri Nabi SAW.? Rasulullah bersabda: Dialah Mutiah.Berhari-hari Fatimah Az Zahra berkeliling kota Madinah untuk mencari tahu keberadaan siapa Mutiah itu dan dimana wanita yang dikatakan oleh Nabi SAW. itu tinggal. Alhamdulillah dari informasi yang didapatkannya, Fatimah mengetahui keberadaan dan tempat tinggal Mutiah di pinggiran kota Madinah.Atas ijin suaminya Ali bin Abi Thalib, maka Fatimah Az Zahra dengan mengajak Hasan putranya untuk bersilaturahmi ke rumah Mutiah pada pagi hari. Sesampainya di rumah Mutiah, maka Fatimah yang sudah tidak sabar segera mengetuk pintu rumah Mutiah dengan mengucapkan salam."Assalaamu'alaikum ya ahlil bait." Dari dalam rumah terdengar jawaban seorang wanita, "Wa'alaikassalaam ... siapakah diluar?" lanjutnya bertanya. Fatimah menjawab, "Saya Fatimah putri Muhammad SAW." Mutiah menjawab, "Alhamdulillah, hari ini rumahku dikunjungi putri Nabi junjungan alam semesta."Segera Mutiah membuka sedikit pintu rumahnya, dan ketika Mutiah melihat Fatimah membawa putra laki-lakinya yang masih kecil (dalam riwayat masih berumur 5 tahun). Maka Mutiah kembali menutup pintu rumahnya kembali, terkagetlah Fatimah dan bertanyalah putri Nabi SAW kepada Mutiah dari balik pintu."Ada apa gerangan wahai Mutiah? Kenapa engkau menutup kembali pintu rumahmu? Apakah engkau tidak mengijinkan aku untuk mengunjungi dan bersilaturahim kepadamu?"Mutiah dari balik pintu rumahnya menjawab, "Wahai putri Nabi, bukannya aku tidak mau menerimamu di rumahku. Akan tetapi keberadaanmu bersama dengan anak laki-lakimu Hasan, yang menurut ajaran Rasulullah tidak membolehkan seorang istri untuk memasukkan laki-laki ke rumahnya ketika suaminya tidak ada di rumah dan tanpa ijin suaminya. Walaupun anakmu Hasan masih kecil, tetapi aku belum meminta ijin kepada suamiku dan suamiku saat ini tidak berada dirumah. Kembalilah besok biar aku nanti meminta ijin terlebih dahulu kepada suamiku."Tersentaklah Fatimah Az-Zahra mendengarkan kata-kata wanita mulia ini, bahwa argumentasi Mutiah memang benar seperti yang diajarkan ayahnya Rasulullah SAW. Akhirnya Fatimah pulang dengan hati yang bergejolak dan merencanakan akan kembali besok hari.Pada hari berikutnya ketika Fatimah akan berangkat ke rumah Mutiah, Husein adik Hasan rewel tidak mau ditinggal dan merengek minta ikut ibunya. Hingga akhirnya Fatimah mengajak kedua putranya Hasan dan Husein. Dengan berpikir bahwa Mutiah sudah meminta ijin kepada suaminya atas keberadaannya dengan membawa Hasan, sehingga kalau dia membawa Husein sekaligus maka hal itu sudah termasuk ijin yang diberikan kepada Hasan karena Husein berusia lebih kecil dan adik dari Hasan.Namun ketika berada didepan rumah Mutiah, maka kejadian pada hari pertama terulang kembali. Mutiah mengatakan bahwa ijin yang diberikan oleh suaminya hanya untuk Hasan, akan tetapi untuk Husein Mutiah belum meminta ijin suaminya.Semakin galau hati Fatimah, memikirkan begitu mulianya wanita ini menjunjung tinggi ajaran Rasulullah SAW. dan begitu tunduk dan tawaddu' kepada suaminya.Pada hari yang ketiga, kembali Fatimah bersama kedua anaknya datang ke rumah Mutiah pada sore hari. Namun kembali Fatimah mendapati kejadian yang mencengangkan, dia terkagum. Mutiah didapati sedang berdandan sangat rapi dan menggunakan pakaian terbaik yang dipunyai dengan bau yang harum, sehingga Mutiah terlihat sangat mempesona.Dalam kondisi seperti itu, Mutiah mengatakan kepada Fatimah bahwa suaminya sebentar lagi akan pulang kerja dan dia sedang bersiap-siap menyambutnya. Subhanallah, kita merindukan istri yang demikian. Yaitu ketika suami pulang kerja dia berusaha menyambutnya dengan kondisi sudah mandi, sudah berdandan, sudah memakai pakaian yang bagus, dan siap menyambut kedatangan suami di halaman rumah dengan senyuman terindah penuh kasih dan sayang. Ya Allah, jadikanlah istri-istri kami seperti Mutiah.Akhirnya Fatimah pulang kembali dengan kekaguman yang tak terperi kepada Mutiah. Dan pada hari yang keempat, Fatimah datang kembali ke rumah Mutiah lebih sore dan berharap bahwa suaminya sudah berada di rumah atau sudah pulang dari kerja. Dan Alhamdulillah memang pada saat Fatimah datang, suami Mutiah baru saja sampai di rumah pulang dari kerja.Fatimah dan kedua anaknya Hasan dan Husein dipersilahkan masuk oleh Mutiah dan suaminya ke rumahnya. Fatimah melihat sebuah pemandangan yang jauh lebih mengesankan dibanding dengan yang dihadapinya sejak hari pertama. Mutiah sudah menyiapkan baju ganti yang bersih untuk suaminya, sambil menuntun suaminya ke kamar mandi. Mutiah terlihat mulai melepaskan baju suaminya, dan mereka berdua hilang masuk ke bilik kamar mandi. Dan yang dilakukan oleh Mutiah adalah memandikan suaminya. Subhanallah... Tsumma Subhanallah.Selesai memandikan suaminya, Fatimah menyaksikan Mutiah menuntun suaminya menuju ke tempat makan. Dan suaminya sudah disiapkan makanan dan minuman yang dimasaknya seharian. Sebelum memakan makanan yang sudah disiapkan, Mutiah masuk ke dalam rumah dan keluar dengan membawa cambuk sepanjang 2 meter dan diberikan kepada suaminya dengan mengatakan."Wahai suamiku, seharian aku telah membuat makanan dan minuman yang ada didepanmu. Sekiranya engkau tidak menyukai dan tidak berkenan atas masakan yang aku buat, maka cambuklah diriku."Tanpa bertanya apa-apa, Fatimah sudah memahami apa yang dikatakan oleh ayahnya Rasulullah SAW. tentang wanita pertama penghuni surga setelah para istri Nabi yaitu Mutiah.Fatimah pulang menangis haru dan bahagia karena sudah mendapatkan jawaban bagaimana istri yang sholihah. Seperti yang ada pada diri Mutiah, yang mendapatkan kehormatan sebagai wanita yang paling dahulu memasuki surga Allah SWT.Wallahu a'lam bish shawab.

sumber : https://www.facebook.com

Kamis, 22 Mei 2014

tanpa judul

km adalah orang yg dekat dan pantas memberinya bantuan,, dan km mengharap kan orang trsb meminta bntuan pada km,, tetapi orang tsb malah memilih untuk meminta bantuan orang lain yg lebih jauh,, apa yg dirasa adalah bgtu tidak berarti nya km yg brada didekatnya,,
apa lagi ditambah kebohongannya dan ketidak perduliannya trhadap hati dan perasaan mu,,
orang teman biasa pasti merasakan sakit,, apa lagi orang yg bkn sebatas teman biasa,,???
bahkan setelah itu pun km sudah rela menjatuhkan harga dirimu demi orang itu,, tp orang itu msh tak memperdulikannya,,
coba perasaan apa yg dimiliki orang itu , tak punya hatikah orang itu,,
dan sekarang km hanya bisa menangis dengan kekecawaan yg sangat membingungkan,, menangis untuk orang yg tak punya hati,, brtahun2 menjalani dengan orang yg brbohong atas perasaannya,, mungkin selama bertahun2 itu hanya km yg merasakan kenangan dan momen bersamanya,, sedangkan dia tidak,, sebab dia sudah tak memperdulikan mu lg,, bagai kain yg menghapus air mata lalu di buang,,

aneh tapi nyata ,,

qtta sangat takut terlambat ketika qtta brangkat k'sekolah, kerja dll
tapi kenapa ketika panggilan Allah tiba seolah" qtta tak m'dengar ,, qtta tetap sibuk dng urusan duniawi,, bukankah Allah yg m'beri qtta k'sempatan tuk b'sekolah/b'kerja dll ,,
lantas mengapa qtta m'abaikan panggilan'a ,,???
kenapa ,,,??????'
nasi uduk nasi kering, beras'a beras pera,,
denger bedug'a sering tapi pada pora_pora ,,
nasi uduk nasi kering ,, d'bungkus d'daon tales ,,
denger beduk'a sering ,, tapi sholat'a pada males ,,, 
‪#‎termasuk‬ gw (intropeksi) 

CARAKU MENJAGA CINTAKU

Dengan tak menghubungimu, tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu. Mungkin ini tak biasa, Tapi bagiku, Inilah cara terbaik mencintaimu.
Aku mencintaimu dengan menjauh darimu, Bukan karena aku membencimu, Justru karena aku sangat mencintaimu, Dan aku ingin menjagaku juga menjagamu, Menjaga tulusnya hatimu, juga menjaga kesucian hatiku.
Inilah caraku mencintaimu, Dalam diamku, Dalam ketulusanku, dalam kesucianku, dalam cara tak biasaku, Meski sulit, Meski berat, Meski sakit untukku, namun ku tahu ini pilihan terbaik agar kita tak terlalu saling mengharap.
Karena berharap hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas, Karena berharap hanya pantas digantungkan pada Sang Pengatur Detak Jantung, PadaNya kuharap Dia khan menjagamu untukku, PadaNya kutitipkan hatimu, Biarlah ku hanya bisa menyapamu lewat senandung do'a, Agar Untukmulah segala kebaikan, Agar bersamamulah segala keindahan.

Kisah Nyata Pembenci Maulid

"Suatu hari As Syekh As Sayyid
Abbas Al-Maliki Al-Hasani berada
di Baitul Muqaddas Palestina untuk
menghadiri peringatan Maulid Nabi
SAW di mana saat itu bershalawat
dengan berjamaah. Saat itulah
beliau melihat seorang pria tua
beruban yang berdiri dengan
khidmat mulai dari awal sampai
acara selesai. Kemudian beliau
bertanya kepadanya akan sikapnya
itu. Lelaki tua itu bercerita bahwa
dulu ia tidak pernah mau mengakui
acara Maulid Nabi dan ia memiliki
keyakinan bahwa perbuatan itu
adalah Bid'ah Sayyi'ah (bid'ah yang
jelek).
Suatu malam ia mimpi duduk di
acara Maulid Nabi bersama
sekelompok orang yang bersiap-
siap menunggu kedatangan Nabi
SAW ke masjid, maka saat
Rasulullah SAW tiba, sekelompok
orang itu bangkit dengan berdiri tuk
menyambut kehadiran Rasulullah
SAW. Namun hanya ia saja seorang
diri yang tidak mampu bangkit tuk
berdiri. Lalu Rasullullah SAW
berkata kepadanya: "Kamu tidak
akan bisa bangkit!" Saat ia bangun
dari tidurnya ternyata ia dalam
keadaan duduk dan tidak bisa
berdiri. Hal ini ia alami selama 1
tahun. Kemudian ia pun bernadzar
jika sembuh dari sakitnya ia akan
menghadiri acara Maulid Nabi di
masjid dengan bershalawat.
Kemudian Allah menyembuhkannya
. Ia pun selalu hadir tuk memenuhi
nadzarnya dan bershalawat dalam
acara Maulid Nabi SAW".
Sumber :
Kitab Al-Hady At-Tam fi Mawarid
al- Maulid an-Nabawi, hal 50-51,
karya Syekh As Sayyid Muhammad
bin Alwi Al-Maliki


sumber : https://www.facebook.com/

Senin, 19 Mei 2014

- ROSULULLOH MENCINTAI UMATNYA -

1. Ketahuilah, Rosulillah saw mencintai umatnya. Beliau berdakwah dari kaum ke kaum untuk mengenalkan islam, Rosululloh saw pun beliau rela dirinya dilempari batu, kotoran hingga benda-benda tajam agar beliau menyerah. Tapi tidak, Rosul saw tetap berjuang agar umat-Nya dapat masuk ke syurga.
2. Sejahat-jahatnya umat Rosulillah saw pasti Rosulillah saw akan menyelamatkan umat-Nya tersebut agar terhindar dari siksa api Neraka. Rosulillah saw setiap hari dalam hidupnya menangisi kita sebagai umat beliau.
3. Nabi Muhammad saw selalu berusaha dengan perjuangan beliau yang luar biasa agar para umat-Nya bisa masuk ke dalam syurga.

3 jenis makanan di neraka itu?

Apakah 3 jenis makanan di neraka itu?

(1) ZAQQUM
Firman Allah swt: Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. Ia bagaikan kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang amat panas. (43 – 46 : ad-Dukhan)Firman Allah swt: (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.? Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai ujian bagi orang-orang yang zalim (samada mereka percaya atau tidak). Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang tumbuh dari dasar neraka. Buahnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu sehingga memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. (62 – 66 : as-Saffat).

Ibnu Abbas berkata:

“Sesungguhnya Nabi saw membaca ayat ini: “bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

Rasulullah saw bersabda:

“Sekiranya setitis zaqum menitis ke dunia nescaya akan merosakkan seluruh kehidupan ahli dunia. Bagaimana keadaan orang yang setiap hari buah zaqum menjadi makanannya?”

Hadis riwayat Tirmizi, Nasaie, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban. Syekh Syuaib menyatakan sanad hadis ini sahih.Imam Ibnu Kathir berkata: “Allah swt menyatakan mereka memakan pokok ini walaupun rupanya sangat buruk dan sangat hodoh. Tambahan lagi dengan rasanya yang tidak sedap dan bau yang busuk. Mereka terpaksa makan kerana tidak ada yang lain.”

(2) GISLIN

Firman Allah swt: Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di neraka ini Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa. (35-37 : al-Haqqah).

Ulama berselisih pendapat terhadap hakikat Gislin seperti berikut:
1~ Nanah ahli neraka yang keluar dari luka dan kemaluan mereka. (Ibnu Abbas)
2~ Pohon yang menjadi makanan ahli neraka. (Dahhak dan Rabie bin Anas)
3~ Air dari basuhan daging dan darah ahli neraka. (Akhfasy)

(3) DARIE’
Firman Allah swt:

Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. ( 6 dan 7 : al-Ghasiah)

Para Ulama berselisih pendapat terhadap Darie’. Diantaranya adalah seperti berikut:

1~ Tumbuhan yang berduri yang melata di tanah. (Pendapat Ikrimah, Mujahid dan kebanyakan ulama tafsir).
2~ Batu (pendapat Said bin Jubair).
3~ Tumbuhan hijau yang busuk. Ianya dilemparkan laut ke daratan. (pendapat Khalil).
4~ Pohon berasal dari api neraka. (Pendapat Ibnu Abbas)

Pendapat yang dipilih adalah seperti yang dinyatakan oleh Imam Qurtubi:
“Pendapat yang lebih jelas adalah ianya pokok yang berduri seperti ianya di dunia. Daripada Ibnu Abbas ra,

Nabi saw bersabda: “ Darie adalah sesuatu yang ada dalam neraka. Ia meyerupai duri. Lebih pahit dari pokok lidah buaya. Lebih busuk dari bangkai. Lebih panas dari api. Allah swt namakannya sebagai Darie.” (Hadis riwayat Ibnu Mardawiyah – sanadnya lemah)

MAKANAN YANG SUKAR UNTUK DITELAN

Kerana sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyebabkan tercekik di kerongkong dan azab yang pedih. (12 – 13 : al-Haqqah)

Ibnu Abbas berkata:

“Makanan yang tidak boleh ditelan dan tersangkut di halkum. Tidak boleh turun ke perut dan tidak boleh dikeluarkan. Makanan ini adalah Gislin, Zaqqum dan Dharie.”

KELAPARAN YANG MENSIKSA

Abu Darda berkata: Rasulullah saw bersabda: “ Dicampakkan rasa lapar kepada ahli neraka. Kelaparan yang mereka rasai menyamai azab yang mereka alami dalam neraka. Lalu mereka menjerit meminta tolong dan mereka pun diberikan Darie yang tidak menghilangkan kelaparan mereka. Lalu mereka menjerit meminta makanan dan mereka pun dibawa makanan yang menyebabkan mereka tercekik.

Mereka teringat kalau tercekik didunia mereka hilangkan dengan air. Mereka pun meminta air minuman. Lalu mereka diberi air yang sangat panas dengan besi-besi panjang yang berkapala sabit. Muka mereka hangus terbakar apabila air ini menghampiri mereka. Segala isi perut terputus apabila masuk kedalam perut mereka.”

Hadis riwayat Tirmizi dengan sanad yang lemah. Kebanyakan apa yang disebut dalam hadis ini ada disebut dalam ayat Quran dan Hadis sahih yang lain.

SUMBER;
Tafsir Qurtubi, Tafsir Ibnu Kathir, Tuhfatul Ahwazi, Sunan Tirmizi tahqiq syeikh Syuaib, Muntaqa oleh Dr Yusuf Qardawi, Tazkirah oleh Qurtubi, Buhur Zahirah oleh Imam as-Safirani.

Shalawat dengan 201 Nama Rasulullah Saw.

Berikut adalah tata cara membaca shalawat dengan 201 Nama Rasululllah Saw. yang disadur dari kitab Dalailul Khairat. Sengaja kami tuliskan menggunakan huruf Indonesia meneruskan edisi sebelumnya yang menggunakan huruf Arab, agar lebih mudah dibaca bagi handphone-handphone yang belum pernah mondok dan atau bagi yang belum bisa membaca dan menulis Arab.:

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin. Wahasbiyallaahu wa ni'mal wakiil. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adziim. Allaahumma innii ubri-u ilaika min hauli wa quwwati ilaa haulika wa quwwatika. Allaahumma innii aqrabu ilaika bish-shalaati 'alaa sayyidinaa Muhammadin 'abdika wa nabiyyika wa rasuulika sayyidil mursaliin shallallaahu 'alaihi wa 'alaihim ajma'iina imtitsaalan li amrika wa tash-diiqan lahu mahabbatan fiihi wa syauqan ilaihi wa sallama ahlan lidzaalika fataqabbalhaa minnii bifadhlika waj'alnii min 'ibaadikashshaalihiin. Wawaffiqnii liqira-atika 'aladdawaami bijaahihi 'indaka wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shahbihii ajma'iin.
Allaahumma shalli wasallim 'alaa man ismuhuu:
1. Sayyiduna Muhammad,
2. Sayyiduna Ahmad,
3. Sayyiduna Haamid,
4. Sayyiduna Mahmuud,
5. Sayyiduna Ahiid,
6. Sayyiduna Wahiid,
7. Sayyiduna Maahin ,
8. Sayyiduna Haasyir,
9. Sayyiduna 'Aaqib,
10. Sayyiduna Thaaha,
11. Sayyiduna Yaasiin,
12. Sayyiduna Thaahir,
13. Sayyiduna Muthahhir,
14. Sayyiduna Thayyib,
15. Sayyiduna Sayyid,
16. Sayyiduna Rasuul,
17. Sayyiduna Nabiyi,
18. Sayyiduna Rasuulurrahmah,
19. Sayyiduna Qayyim,
20. Sayyiduna Jaami',
21. Sayyiduna Muqtafi,
22. Sayyiduna Muqaffa,
23. Sayyiduna Rasuulul Malaahim,
24. Sayyiduna Rasulurraahah,
25. Sayyiduna Kaamil,
26. Sayyiduna Ikliil,
27. Sayyiduna Muzammil,
28. Sayyiduna 'Abdullaah,
29. Sayyiduna Habiibullaah,
30. Sayyiduna Shafiyyullaah,
31. Sayyiduna Najiyyullaah,
32. Sayyiduna Kaliimullaah,
33. Sayyiduna Khaatamul Anbiya,
34. Sayyiduna Khaatamurrusli,
35. Sayyiduna Muhyii,
36. Sayyiduna Munjin,
37. Sayyiduna Mudzakkir,
38. Sayyiduna Naashir,
39. Sayyiduna Manshuur
40. Sayyiduna Nabiyyurrahmah,
41. Sayyiduna Nabiyyuttaubah,
42. Sayyiduna Hariishun 'alaikum,
43. Sayyiduna Ma'luum,
44. Sayyiduna Syaahir,
45. Sayyiduna Syaahid,
46. Sayyiduna Syahiid,
47. Sayyiduna Masyhuud,
48. Sayyiduna Basyiir,
49. Sayyiduna Mubasysyir,
50. Sayyiduna Nadziir,
51. Sayyiduna Mundziir,
52. Sayyiduna Nuur,
53. Sayyiduna Siraaj,
54. Sayyiduna Mishbaah,
55. Sayyiduna Hudaa,
56. Sayyiduna Mahdiy,
57. Sayyiduna Muniir,
58. Sayyiduna Daa'in,
59. Sayyiduna Mad'uu,
60. Sayyiduna Mujiib,
61. Sayyiduna Mujaab,
62. Sayyiduna Hafiyy,
63. Sayyiduna 'Afuwwu,
64. Sayyiduna Waliyy,
65. Sayyiduna Haqq,
66. Sayyiduna Qawiyy,
67. Sayyiduna Amiin,
68. Sayyiduna Ma-muun,
69. Sayyiduna Kariim,
70. Sayyiduna Mukarram,
71. Sayyiduna Makiin,
72. Sayyiduna Matiin,
73. Sayyiduna Mubiin,
74. Sayyiduna Muammil,
75. Sayyiduna Wushuul,
76. Sayyiduna Dzuu Quwwah,
77. Sayyiduna Dzuu Hurmah,
78. Sayyiduna Dzuu Makaanah,
79. Sayyiduna Dzuu 'Izzin,
80. Sayyiduna Dzuu Fadhl,
81. Sayyiduna Muthaa',
82. Sayyiduna Muthii',
83. Sayyiduna Qadam,
84. Sayyiduna Shidqun,
85. Sayyiduna Rahmah,
86. Sayyiduna Busyraa,
87. Sayyiduna Ghauts,
88. Sayyiduna Ghaits,
89. Sayyiduna Ghiyaats,
90. Sayyiduna Ni'matullaah,
91. Sayyiduna Hidaayatullaah,
92. Sayyiduna ‘Urwatul Wutsqaa,
93. Sayyiduna Shiraatullaah,
94. Sayyiduna Shiraathun Mustaqiim,
95. Sayyiduna Dzikrullaah,
96. Sayyiduna Saifullaah,
97. Sayyiduna Hizbullaah,
98. Sayyiduna An-Najmuts Tsaaqib,
99. Sayyiduna Musthafaa,
100. Sayyiduna Mujtabaa,
101. Sayyiduna Muntaqaa,
102. Sayyiduna Ummiy,
103. Sayyiduna Mukhtaar,
104. Sayyiduna Ajiir,
105. Sayyiduna Jabbaar,
106. Sayyiduna Abul Qaasim,
107. Sayyiduna Abuth Thaahir,
108. Sayyiduna Abuth Thayyib,
109. Sayyiduna Abu Ibraahiim,
110. Sayyiduna Musyaffa',
111. Sayyiduna Syafii',
112. Sayyiduna Shaalih,
113. Sayyiduna Mushlih,
114. Sayyiduna Muhaimin,
115. Sayyiduna Shaadiq,
116. Sayyiduna Mushaddiq,
117. Sayyiduna Shidq,
118. Sayyiduna Sayyidul Mursaliin,
119. Sayyiduna Imaamul Muttaqiin,
120. Sayyiduna Qaidul Ghurril Muhajjaliin,
121. Sayyiduna Khaliilur Rahmaan,
122. Sayyiduna Baa-rri,
123. Sayyiduna Mubarru,
124. Sayyiduna Wajiih,
125. Sayyiduna Nashiih,
126. Sayyiduna Naashih,
127. Sayyiduna Wakiil,
128. Sayyiduna Mutawakil,
129. Sayyiduna Kafiil,
130. Sayyiduna Syafiiq,
131. Sayyiduna Muqiimus Sunnah,
132. Sayyiduna Muqaddas,
133. Sayyiduna Ruuhul Qudus,
134. Sayyiduna Ruuhul Haqqi,
135. Sayyiduna Ruuhul Qisthi,
136. Sayyiduna Kaafin,
137. Sayyiduna Muktafi,
138. Sayyiduna Baliigh,
139. Sayyiduna Muballigh,
140. Sayyiduna Syaafin,
141. Sayyiduna Waashil,
142. Sayyiduna Maushuul,
143. Sayyiduna Saa-iq,
144. Sayyiduna Haadin,
145. Sayyiduna Muhdin,
146. Sayyiduna Muqaddam,
147. Sayyiduna 'Aziiz,
148. Sayyiduna Faadhil,
149. Sayyiduna Mufadhdhal,
150. Sayyiduna Faatih,
151. Sayyiduna Miftaah,
152. Sayyiduna Miftaahur Rahmah,
153. Sayyiduna Miftaahul Jannah,
154. Sayyiduna 'Alamul Iimaan,
155. Sayyiduna 'Alamul Yaqiin,
156. Sayyiduna Daliilul Khairaat,
157. Sayyiduna Mushahhihul Hasanaat,
158. Sayyiduna Muqiilul 'Atsaraat,
159. Shafuuhun 'aniz-Zallaat,
160. Shaahibusy Syafaa’aat,
161. Sayyiduna Shaahibul Maqaam,
162. Sayyiduna Shahuubul Qadam,
163. Sayyiduna Makhshuushun bil 'Izzi,
164. Sayyiduna Makhshuushun bil Majdi,
165. Sayyiduna Makhshuushun bisy Syarafi,
166. Sayyiduna Shaahibul Wasiilah,
167. Sayyiduna Shaahibus Saifi,
168. Sayyiduna Shaahibul Fadhiilah
169. Sayyiduna Shaahibul Izaar,
170. Sayyiduna Shaahibul Hujjah,
171. Sayyiduna Shaahibus Sulthaan,
172. Sayyiduna Shaahibur Riddaa-i,
173. Sayyiduna Shaahibud Darajatir Raafi’ah
174. Sayyiduna Shaahibut Taaj
175. Sayyiduna Shaahibul Mighfaar
176. Sayyiduna Shaahibul Liwaa-i
177. Sayyiduna Shaahibul Mi'raaj
178. Sayyiduna Shaahibul Qadhiib,
179. Sayyiduna Shaahibul Buraaq,
180. Sayyiduna Shaahibul Khaatim,
181. Sayyiduna Shaahibul 'Allaamah,
182. Sayyiduna Shaahibul Burhaan,
183. Sayyiduna Shaahibul Bayaan,
184. Sayyiduna Fashiihul Lisan,
185. Sayyiduna Muthahhirul Janaan,
186. Sayyiduna Ra-uufun,
187. Sayyiduna Rahiim,
188. Sayyiduna Udzunul Khair,
189. Sayyiduna Shahiihul Islaam,
190. Sayyiduna Sayyidul Kaunain,
191. Sayyiduna ‘Ainun Na'iim,
192. Sayyiduna ‘Ainul Ghurri,
193. Sayyiduna Sa'dullah,
194. Sayyiduna Sa'dul Khalqi,
195. Sayyiduna Khaathibul Umam,
196. Sayyiduna 'Alamul Huda,
197. Sayyiduna Kasyiiful Kurab,
198. Sayyiduna Rafii'ur Rutab,
199. Sayyiduna 'Izzul 'Arab,
200. Sayyiduna Shaahibul Faraj,
201. Sayyiduna Kariimul Makhraj

Sayyiduna Asyraful Anbiyaa wal Mursaliin. Walhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin.
Allaahumma yaa Rabbi bijaahi nabiyyikal musthafa warasuulikal murthadha thahhir quluubanaa min kulli washfin yubaa'iduna 'an musyaahadatika wamahhabatika wa amitnaa 'alas sunnati wal jamaa'ati wasysyauqi ilaa liqaa-ika yaa dzal jalaali wal ikraam. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa wasallama tasliiman walhamdulillaahi rabbil 'aalamin.

NB: Setiap kali menyebut asma Rasulullah haruslah diiringi dengan “Shallallaahu ‘alaihi wassallam

pesan RASULULLAH SAW kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib R.A

Pesan Baginda Yang Mulya Rasulullah Saw
Kepada Imam Ali bin Abi Thalib R.A
Rasulullah SAW bersabda kepada
menantunya, Ali r.a. , ” Wahai ‘Ali, setiap
sesuatu pasti ada penyakitnya.
Penyakit bicara adalah bohong,
penyakit ilmu adalah lupa,
penyakit ibadah adalah riya’,
penyakit akhlaq mulia adalah kagum
kepada diri sendiri,
penyakit berani adalah menyerang,
penyakit dermawan adalah mengungkap
pemberian,
penyakit tampan adalah sombong,
penyakit bangsawan adalah
membanggakan diri,
penyakit malu adalah lemah,
penyakit mulia adalah menyombongkan
diri,
penyakit kaya adalah kikir,
penyakit agama adalah nafsu yang
diperturutkan….”
Ketika berwasiat kepada ‘Ali bin Abi Thalib
r.a. Rasulullah SAW bersabda,
“Wahai ‘Ali, orang yang riya’ itu punya tiga
ciri, yaitu : rajin
beribadah ketika dilihat orang, malas ketika
sendirian dan ingin
mendapat pujian dalam segala perkara. “
Wahai ‘Ali, jika engkau dipuji orang, maka
berdo’alah, ” Ya Allah, jadikanlah
diriku lebih baik daripada yang
dikatakannya, ampunilah dosa-dosaku
yang tersembunyi darinya, dan janganlah
kata-katanya mengakibatkan
siksaan bagiku…”
Ketika ditanya bagaimana cara mengobati
hati yang sedang resah dan gundah gulana,
Ibnu
Mas’ud r.a berkata, ” Dengarkanlah bacaan
Al-Qur’an atau datanglah ke
majelis-majelis dzikir atau pergilah ke
tempat yang sunyi untuk
berkhalwat dengan Allah SWT Jika belum
terobati juga, maka mintalah
kepada Allah SWT hati yang lain, karena
sesungguhnya hati yang kamu
pakai bukan lagi hatimu…”

ceramah Syeikh Abdul Qadir `Al-Jailani

Al Arif Billah Al Allamah Al Musnid Habib
Umar bin Hafidz
( inti ceramah bukan pada susunan kalimat,
tapi pada kesucian hati dan sifat sidiq si
pembicara.)
Ketika Seorang Wali Allah swt
Berceramah..
Syeikh Abdul Qadir `Al-Jailani sangat
masyhur kewaliannya, seorang dengan
berbagai julukan, qutb rabbani, seorang sufi
yang agung, seorang yang sangat mencintai
dan dicintai Allah dan sayyidina
Muhammad shalallahu alaihi wasallam.
Beliau bila berceramah menggunakan
bahasa yang sangat sederhana, anak beliau
yang telah menimba ilmu dan gemar
berceramah satu ketika berkata di dalam
hatinya jika diizinkan berceramah tentu aku
akan berceramah dan membuat para
hadirin akan menangis.
Suatu hari syeikh Abdul Qadir Al Jailani
ingin mendidik putranya, dan berkata wahai
putraku, bangkitlah dan berceramahlah....
Si anak kemudian berceramah dengan
sangat bagus, namun tidak ada seorangpun
yang menangis apalagi khusus`, para
hadirin merasa bosan mendengar
ceramahnya, padahal si anak telah banyak
mengeluarkan Al Quran dan hadis nabawi
Setelah selesai, maka naiklah syeikh Abdul
qadir ke atas mimbar lalu berkata:
“Para hadirin, tadi malam istriku,
menghidangkan ayam panggang yang
sangat lezat, tetapi tiba-tiba datang seekor
kucing dan memakannya.”
Mendengar ucapan ini, para hadirin
menjerit, menangis..
Aneh...aku bacakan Al-qur`na, hadis nabi,
syair dan berbagai akbar tak seorangpun
yang menangis. Tapi ketika ayahku
menyampaikan ucapan yang tidak ada
artinya, mereka justru menangis. Sungguh
aneh, apa penyebabnya?
Al Arif Billah Al Allamah Al Musnid Habib
Umar bin Hafidz menjelaskan inti ceramah
bukan pada susunan kalimat, tapi pada
kesucian hati dan sifat sidiq si pembicara.
Sewaktu syeikh Abdul qadir al jailani
berceramah, para hadirin yang menangis
mengartikan kucing dalam cerita beliau
sebagai “Setan” yang mencuri amal anak
cucu Adam dengan cara menimbulkan
sikap Riya`, Ujub, sombong.
Ada pula para hadirin yang menangis,
menjerit mengartikan seseorang yang wafat
dalam keadaan Su`ul khatimah, yakni ia
membayangkan seseorang yang banyak
beramal shalih namun di akhir hayatnya
berakhir dengan su`ul khatimah (wafat
dalam keadaan buruk)
Mereka semua menangis dan merasa takut
kepada Allah Ta`ala hanya karena ucapan
biasa.
Sesungguhnya ucapan biasa itu telah
membuat mereka berpikir, menerbitkan
cahaya di hati mereka, berkat cahaya yang
memancar di hati syeikh Abdul Qadir Al
Jailani
Wallahu`alam